Luncurkan Digibank, DBS Ingin Perluas Pasar Ritel

Jakarta, CNN Indonesia — PT Bank DBS Indonesia meluncurkan aplikasi bank berbasis telepon genggam (mobile), Digibank by DBS (digibank). Melalui aplikasi ini, bank yang berinduk di Singapura ini ingin memperluas pasar ritel, terutama dari kaum fasih teknologi (digital-savvy).

Sebelumnya, layanan ini sudah dikenalkan di India pada bulan April tahun lalu. Dalam kurun waktu satu setengah tahun, perusahaan mampu menembus pasar perbankan ritel di India dengan jumlah nasabah mencapai 1,5 juta.

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengungkapkan, pesatnya perkembangan teknologi mengubah pola transaksi perbankan nasabah. Karenanya, perusahaan perlu melakukan inovasi demi memenuhi kebutuhan nasabah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pengguna internet dan smartphone bertumbuh pesat di Indonesia. Seiring dengan ini, kami telah mengamati perubahan perilaku nasabah dan orang-orang semakin menginginkan cara yang sederhana, cepat serta praktis dalam melakukan transaksi perbankan,” tutur Paulus dalam konferensi pers, Selasa (29/8) malam.

Sebagai gambaran, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), saat ini, sebanyak 132,7 juta orang atau 51,8 persen dari total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Kemudian, survei We Are Social mengungkap bahwa 91 persen penduduk Indonesia memiliki ponsel dan 47 persen diantaranya memiliki telepon pintar (smartphone).

Seiring dengan bertumbuhnya penetrasi internet, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa aktivitas e-banking di Indonesia tumbuh mencapai 270 persen, dari 13,6 juta nasabah di tahun 2012 menjadi 54 juta nasabah di tahun 2016.

Peningkatan frekuensi internet banking juga mencapai 169 persen, dimana sebelumnya terdapat 150,8 juta transaksi di tahun 2012 menjadi 406,6 juta transaksi di tahun 2016.

Direktur Consumer Banking Bank DBS Indonesia Wawan Salum menambahkan, digibank berbeda dengan aplikasi mobile banking yang hanya diperuntukkan oleh nasabah perusahaan yang notabene berasal dari kelas premium.

Melalui digibank, lanjut Wawan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) bisa membuka akun tabungan tanpa saldo awal minimum. Kemudian, nasabah juga bisa melakukan transfer dana dan membayar sejumlah tagihan.

Sebelum resmi diluncurkan, aplikasi digibank bisa diunduh melalui AppStore maupun GooglePlay sejak Mei 2017 lalu. Hingga kini, aplikasi ini telah diunduh oleh 13 ribu pengguna.

“Dalam lima tahun, atau sampai 2022, kami menargetkan aplikasi ini digunakan oleh 3,5 juta orang,” ujar Wawan.

Proses pembukaan rekening dilakukan secara real-time dan tanpa kertas (paperless). Demi keamanan, saat membuka rekening awal, produk digibank dilengkapi dengan teknologi biometrik untuk memastikan identitas pengguna. Selain itu, aplikasi juga dilengkapi dengan pengamanan dinamis berupa soft token.

Struktur Biaya Lebih Efisien

Penggunaan teknologi juga menciptakan struktur biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan perbankan dengan cabang fisik. Karenanya, bank bisa menawarkan nilai tambah bagi nasabah.

Pertama, nasabah dapat membuka rekening tanpa saldo minimum dan tanpa dibebankan biaya administrasi, serta dapat menikmati bunga 3 persen.

Kemudian, nasabah bisa dengan mudah melakukan transfer dana dari digibank ke bank manapun, ataupun sebaliknya. Dengan ketentuan, nilai transfer maksimal Rp200 juta per transaksi dan Rp 500 juta per hari. Nasabah, juga bisa melakukan tarik tunai dari ATM yang masuk jaringan ALTO dan ATM Bersama di seluruh Indonesia tanpa biaya apapun.

Jika nasabah sedang berada di Singapura, kartu debit yang akan dikirimkan kepada nasabah digibank bisa digunakan di seluruh ATM DBS dan POSB tanpa dkenakan biaya administrasi.

Selanjutnya, nasabah juga bisa membuka rekening deposito dengan saldo minimal Rp5 juta dan akan mendapatkan bunga 6,25 persen. Bagi bank, produk ini berpotensi menambah Dana Pihak Ketiga (DPK). Sayangnya, Wawan enggan mengungkap target tambahan nilai DPK dari rekening digibank terhadap keseluruhan porsi DPK perusahaan.